
Di area proses pembentukan produk dengan metode blow molding, terdapat saluran pemanas yang memerlukan perhatian khusus. Jika lampu inframerah tidak berfungsi dengan baik, maka bahan mentah yang digunakan untuk pembuatan produk akan tetap dingin, tekanan pun meningkat, dan akibatnya produk yang dihasilkan akan berkualitas buruk. Biasanya, masalah utamanya adalah kabel listrik yang digunakan. Kami menciptakan kabel daya untuk lampu inframerah berdiameter 2,5 mm agar reaksi negatif tersebut dapat dicegah sejak awal.
Secara teknis, yang penting adalah ketebalan kabel tersebut. Ketebalan 2,5 mm² memungkinkan arus listrik yang dibutuhkan oleh lampu halogen dan emitor inframerah untuk mengalir dengan lancar, tanpa adanya penurunan tegangan. Hal ini memungkinkan lampu mencapai suhu yang diinginkan dengan cepat, sehingga suhu tersebut dapat dipertahankan sepanjang proses pemanasan. Selain itu, lapisan pelindung kabel tersebut dirancang untuk menahan panas tinggi di dalam saluran pemanas, dan ujung kabelnya cocok digunakan dengan konektor lampu umum, termasuk tipe R7s. Spesifikasi kabel yang tepat sangat penting; diameter 2,5 mm² memastikan pasokan daya yang stabil, sehingga output lampu tetap konsisten dari satu kali penggunaan ke penggunaan berikutnya.
Dalam proses pembentukan produk menggunakan metode stretch blow molding—seperti Sidel, Krones, SIPA, Husky, SACMI, Nissei ASB—dinding bahan mentah perlu mencapai suhu yang tepat sebelum sampai ke stasiun pembentukan produk. Dengan kabel ini, suhu lampu tetap stabil, sehingga tidak ada gangguan pada proses pemanasan. Hasilnya adalah produk yang dihasilkan memiliki kualitas yang lebih baik, dengan sedikit cacat atau distorsi pada bagian tertentu dari produk tersebut. Selain itu, waktu henti mesin juga berkurang, karena hanya perlu mengganti satu kabel saja, bukan harus mengganti lampu yang tidak berfungsi dengan baik. Penggunaan energi juga berkurang, karena emitor tidak perlu berjuang melawan penurunan tegangan.
Yang perlu diperhatikan adalah jenis dan polaritas konektor sebelum memesan kabel tersebut. Kesalahan dalam pemilihan konektor merupakan kesalahan yang paling sering terjadi. Letakkan kabel jauh dari komponen yang bergerak, dan pastikan kabel tidak terkena aliran udara dingin, agar ujung kabel tidak rusak akibat fluktuasi suhu. Umur kabel akan berkurang jika kabel dibengkokkan berulang-ulang di dekat dasar lampu, atau jika lampu digunakan pada tegangan yang melebihi batasnya. Pastikan kabel cocok digunakan dengan emitornya, sehingga suhu pemanasan tetap stabil dari satu syif produksi ke syif produksi berikutnya.